Belajar Jadi Manusia


Mulutmu Harimaumu
Agustus 16, 2008, 5:17 pm
Diarsipkan di bawah: Manusia Bertaqwa, Manusia Pandai | Tag: ,

Oleh : Mursidi

Pepatah di atas sengaja dijadikan sebagai judul dalam tulisan ini untuk mengingatkan kepada kita semua agar lebih hati-hati dalam berucap dan mengeluarkan pernyataa. Bahwa sumber dari di dunia ini bukan pada bencana alam, letusan gunung berapi, banjir ataupun gempa bumi, melainkan bersumber pada mulut kita sendiri.

Menurut ilmu kedokteran, dalam tubuh manusia terdapat lubang-lubang, tetapi di antara lubang-lubang itu mulut yang paling banyak mengandung virus. Ada lubang telinga, lubang hidung, bahkan lubang saluran pembuangan kotoran, tetapi senua itu tidak ada artinya jika dibandingkan dengan lubang mulut. Mulut manusia memang berbisa.

Secara lahiriah mulut manusia itu banyak mengandung virus, terlebih secara batiniah. Itulah sebabnya, ketika Rasullullah di datangi seseorang yang hendak menanyakan Islam dengan satu pertanyaan yang tidak perlu lagi disusul dengan pertanyaan lainnya, maka Rasullullah memberikan jawaban singkat: Katakanlah aku beriman kepada Allah, kemudian beristiqamah. Sahabat tersebut bertanya dengan cara apa kami memeliharanya ? Rasullullah memberi isyarat dengan lisannya

(lagi…)



Mengenang Proklamasi Kemerdekaan RI
Agustus 16, 2008, 5:52 am
Diarsipkan di bawah: Manusia Bertaqwa, Manusia Pandai | Tag: ,

PROKLAMASI

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan d.l.l, diselenggarakan dengan cara seksama dan dengan tempo yang sesingkat-singkatnya.

Jakarta, 17 Agustus 1945

Atas nama Bangsa Indonesia

Soekarno/Hatta

Teks tersebut merupakan awal dari Indonesia menuju kemerdekaan. Walaupun teks tersebut sudah menjadi kenangan, tapi kenangan yang tak pernah terlupakan.

Dipandang secara mata lahiriah teks tersebut sangatlah pendek tetapi dipandang dengan batin teks tersebut sangat berarti dan menggambarkan harapan dari seluruh rakyat Indonesia. 63 Tahun sudah Indonesia Merdeka dan 63 Tahun sudah kami menikmati kemerdekaan ini.

Kami akan melanjutkan perjuanganmu wahai pahlawanku.