Belajar Jadi Manusia


Manusia dan Binatang
Agustus 11, 2008, 9:14 am
Filed under: Manusia Bodoh, Manusia lain | Tag: ,

Oleh ariefbenua
Apasih beda manusia dan binatang?”
Pertanyaan tersebut mungkin seluruh orang bisa menjawabnya. tapi bagaimana pertanyaannya seperi ini!
Kenapa manusia sifatnya kaya binatang?”
Mungkin tidak semua orang bisa menjawab termasuk saya he…he…..
Emang pada dasarnya manusia dan binatang jelas sekali berbeda, manusia diberi akal oleh Allah SWT untuk bisa membedakanyang baik dan buruk, membedakan perintah dan larangan. Kalau binatang mana tau baik dan buruk, serta perintah dan larang.
Tapi ada istilah yang menyamarkan manusia dengan binatag seperti: Manusia berbulu domba, Buaya darat, sifatnya lebih kejamlah dari binatang, dll.
Dilihat dari istilah tersebut ada benarnya juga teori Evolusi manusia Darwin bahwa manusia berasal dari kera,eh,eh….kerakan juga binatang.
Kalau pejabat yang koruptor apa sifatnya kaya binatang ya!


3 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Yang ada si binatang bertubuh manusia, tetapi ada juag manusia yang besifat seperti binatang, jd binatang dan manusia itu adalah akar pangkat 2 dibagi 2 persepuluh kuadarat ekuevalen 5 berbanding 9 dijumlahkan 3 kali bilangan kubik didapat rata-ratanya…cakakakkk….ga ngerti jg…😛

SELAMAT MENJADI AYAH aj bang arief. Smoga menjadi ayah yg ngajarin anaknya blogging, biar ga parno…wuhehe

Makasih mas, doakan mudahan baik-baik aja.

Komentar oleh budimeeong

Adapun Paul McLean dari National Institute of Mental Health Amerika Serikat mencoba menjelaskan tentang otak 3-in-1. Menurut Paul manusia dikaruniai otak paripurna yang meliputi otak reptil, otak mamalia tua dan otak mamalia baru (neokorteks).

Otak reptil terletak di batang otak, memiliki fungsi sensoris motorik dan mempertahankan kelangsungan hidup (makan, tempat tinggal dan reproduksi). Otak ini membuat kita dapat memiliki rutinitas dan membentuk kebiasaan, tetapi juga sangat menyulitkan untuk berubah, apalagi bila kebiasaan yang dimiliki berupa kebiasaan buruk. Respon yang dinampakkan saat menghadapi bahaya adalah respon lawan atau lari, atau yang sering diistilahkan dengan fight or flight.

Selanjutnya otak mamalia tua terletak di bagian sistem limbik. Otak ini memproses perasaan dan emosi, memori, bioritmik (denyut jantung, gairah seks, lapar, tidur, dan tekanan darah) serta mengatur kekebalan tubuh. Bagian otak ini membuat manusia bisa merasakan kelembutan serta memiliki sifat ingin memelihara atau merawat sesuatu yang kita cintai.

Adapun neokorteks terletak di bagian kulit otak yang memproses berpikir intelek, penalaran, analisis, logika, kreativitas, bahasa, intuisi dan spiritualitas yang seharusnya kita gunakan untuk mengarahkan kecenderungan kedua otak lainnya.

Di antara ketiga otak tadi, diharapkan neokorteks dapat menjadi penuntun kedua otak lainnya agar seluruhnya berjalan dengan harmonis. Dengan neokorteksnya ini manusia mampu menggunakan fungsi-fungsi luhurnya untuk mengelola alam yang diamanatkan oleh Tuhan kepadanya, sebuah amanat yang nantinya akan dipertanggungjawabkan di dunia maupun di akhirat.

Pada koruptor, ketiga bagian otak kurang berfungsi secara harmonis karena justru lebih didominasi oleh otak reptilnya. Sifat utama koruptor adalah mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya tanpa mempedulikan norma-norma yang ada, baik norma agama maupun norma hukum. Hal ini sesuai dengan sifat otak reptil yang cenderung mempertahankan kelangsungan hidup (makan, tempat tinggal dan reproduksi) secara membabi buta karena tidak diimbangi aspek spiritualitas yang dimiliki oleh bagian neokorteks.

Apabila sang koruptor menghadapi bahaya berupa terendusnya kejahatan yang dilakukan oleh lembaga penegak hukum, ia akan memberi respon fight or flight. Respon fight dapat berupa membela diri sekuat tenaga agar tidak terjerat hukuman, baik dengan menyewa sejumlah pengacara maupun melakukan suap pada oknum yang bersedia memuluskan rencananya.

Sifat “pendukung” lainnya adalah ketidakjujuran yang tentunya melanggar norma agama dan norma sosial. Otak reptil yang dominan membuat seorang koruptor sulit untuk melepaskan kebiasaan yang dimiliki berupa kebiasaan buruk berbohong.

Alhasil, meskipu secara fisik seorang koruptor berwujud manusia, tetapi otaknya masih berwujud otak reptil yang primitif. Sifat dan perilaku koruptor ini sudah diprediksi oleh Allah dalam ayat Al-Qur’an yang artinya: “Seburuk-buruk makhluk melata di sisi Allah ialah mereka (manusia) yang tuli dan bisu, yang tidak menggunakan akalnya.” (QS, Al-Anfal 8:22).

Komentar oleh miss ningsih

I’m trying to find blogs that have really great advice on what’s in fashion and what the best makeup is..

Komentar oleh carry on bag




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: