Belajar Jadi Manusia


Pra Kenikmatan Oknum PNS
Agustus 11, 2008, 8:31 am
Filed under: Manusia Bodoh

Senin 11 Agustus 2008 dikutip dari Harian Pos Kota
Pegawai Negeri Sipil ikut pra jabatan, itu sudah biasa. Tapi kalau PNS ikut “pra kenikmatan” di rumah janda, itu mungkin baru kelakuan mantri kesehatan, Amran, 40, dari Lampung. Ironis nggak? Baru saja “nyuntik” si janda Aminah, 34, dia digerebek warga sampai motor pun tertinggal, gara-gara mau cari slamet!

Amran dan Aminah memang sama-sama pegawai negri sipil di lingkungan Pemda Lampung Timur. Yang lelaki menjadi mantri kesehatan di Puskesmas Labuhan Maringgai, sedangkan si wanita adalah guru SD di Kampung Tengah kecamatan yang sama. Bu Guru mencari nafkah lewat ujung kapurnya di papan tulis, sedangkan Pak Mantri mendaptkan nafkahnya dari ujung jarum suntiknya, ketika dia mendatangi pasien.

Tapi berkat bimbingan setan, dua profesi itu bisa menyatu, bahu membahu kerjasama di ranjang mesum.

Kisahnya berawal dari kepergian Bu Guru ke Puskesmas Labuhan Maringgai untuk berobat. Kebetulan yang menangani pasien baru itu langsung Mantri Amran sendiri. Dari tanya jawab riwayat penyakit Bu Guru, lama-lama bisa ketahuan pula bahwa Ny. Aminah ini dalam posisi janda ditinggal mati suami. Entah memang sudah bakat dari sononya, atau dasar Pak Mantri yang celamitan, status Aminah sepertinya mengundang Amran untuk menangkap peluang itu. “Boleh tuh Bleh, cantik dan putih bersih lagi,” kata si setan yang langsung siap menjadi sponsornya.

Dan itu memang dibuktikan. Ketika penyakit Bu Guru sudah sembuh, ternyata malah Pak Mantri sendiri yang kena penyakit malarindu. Hampir setiap minggu dia mengunjungi rumah Bu Guru di Desa Kampung Tengah II, untuk berdua-dua. Awalnya ceritanya murni tentang profesi masing-masing. Bu Guru cerita tentang anggaran 20 % untuk pendidikan yang belum bisa dipenuhi pemerintah, sedangkan Pak Mantri Amran mengambil topik tentang penyakit demam berdarah dan Flu Burung yang selalu mengintai setiap daerah.

Tapi lama-lama topik pembicaraan Amran pada Aminah semakin melebar. Dari soal Flu Burung, sedikit demi sedikit merambah soal kemungkinan Bu Guru mencari “burung” cocakrawa pengganti setelah lama ditinggal suami. Soalnya Amran tahu persis, janda model Aminah pasti banyak peminat, sedangkan Pak Mantri sebagai aktivis Partai Karya Peduli Janda, juga sangat ambisi untuk mengisi kekosongan itu. “Untuk sementara saya belum mikir ke sana Mas, masih konsentrasi membesarkan anak saja,” kata janda Aminah setiap Amran mencoba menggiring dirinya ke lingkaran persoalan itu.

Soalnya Aminah tahu, Amran adalah lelaki berkeluarga. Karenanya jika Mantri Amran coba-coba bermain di sini, sama saja menggiring dirinya pada persoalan poligami. Padahal terus terang, Bu Guru termasuk wanita yang tidak bisa menerima prinsip-prinsip itu. Dia juga tidak tega, meraih kebahagiaan itu dengan merebut kebahagiaan sesama kaumnya. Bagi Aminah, adalah omong kosyong wanita-wanita yang merelakan suaminya berpoligami. Itu semua pastilah karena dikondisikan, lantaran kepepet dan keterpaksaan.

Tapi niat Amran sedari awal memang bukan ke situ. Kalau dia mau memacari Aminah, adalah sekedar iseng di kala pikiran suntuk. Dan dia juga tahu persis bahwa wanita selalu berbicara dengan perasaan, bukan pikiran. Karenanya, secara pelan tapi pasti, dia terus mendekati si janda. Dan pada akhirnya, tanpa harus melalui nikah segala, Pak Mantri berhasil membuat si janda bertekuk lutut dan berbuka paha untuknya. Dan buktinya, setelah terkena jarum suntik Pak Mantri yang tidak sekali pakai, Bu Guru malah jadi ketagihan dan merem melek.

Sejak saat itu, Pak Mantri semakin rajin mengunjungi Bu Guru. Tapi ini hanya enak baginya, tapi sesek napas bagi warga. Curiga bahwa mereka telah berbuat di luar batas kewajaran, beberapa hari lalu pasangan mesum itu digerebek. Amran sempat lolos lewat jendela, tapi motornya tersandera warga. Dari bukti pemeriksaan di lapangan, diduga keras Bu Guru dan Pak Mantri kesehatan itu baru saja “suntik-suntikan”. Kasus ini segera dilaporkan warga ke Polsek Labuhan Maringgih. Cuma ketika Pak Mantri diperiksa polisi kemudian, dia berkelit bahwa telah berbuat mesum. “Saya murni mengobati Bu Guru itu,” katanya.

Mengobati atau menikmati, ngaku saja Bleh!


6 Komentar so far
Tinggalkan komentar

gila ya, nggak ingat mati tuh orang masak sih demi kenikatan sesaat mau-maunya mengorbankan surga yang dijanjikan Allah, ujung-ujungnya masuk neraka tobat donk tobat jangan sudah kenak batunya baru tobat….

Komentar oleh nanda

wah wah wah

Komentar oleh jabon

Ya Allah…. perselingkuhan kok terjadi dimana-mana, nggak pandang bulu ya mas…

Komentar oleh Macan Kumbang

kalau mau bertobat insyaallah pak mantri dan bu guru itu diampuni….

Komentar oleh Penyu Sukamade

I can’t seem to find a way on how to start as a blogger. I could use some help on how to start blog .

Komentar oleh visit

What are your standards of success for a blog? Readership? Quality? Is there a relationship between readership and quality?. . What did people with successful blogs do to make them successful? Was it a kind of “if you build it, they will come” thing? Do they actively market themselves? Do they associate themselves with other famous bloggers or websites? How does it happen?. . Do you have a blog? What do you do with your blog? Do you consider yourself successful? Why?.

Komentar oleh debt consolidation




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: